Smary Saklitinov

Seorang guru baru tengah mengabsen murid-muridnya.

Sang guru tertarik dengan sebuah nama, dan dengan penasaran si guru lalu memanggil muridnya.

Guru: “Smary Saklitinov, coba kemari!”

Murid: “Ya bu, saya.”

Guru: “Sini kamu nak, kamu keturunan Yugoslavia yach?”

Murid: “Nggak bu!”

Guru: “Lalu kenapa nama kamu Smary Saklitinov?”

Murid: “Oo…itu, Smary itu singkatan dari nama bapak saya (S)urtono dan ibu saya (Mary)anti.

Guru: “Mmmm…lalu Saklitinov?”

Murid: “Sabtu Kliwon Tiga November.”

–copas dari mail teman–

Hasil dari ketekunan

Akhirnya aku berhasil menyelesaikan satu dari sekian banyak list tugasku hari ini. Tiga hari user ku menunggu, dan tiga hari juga rekan kerjaku dengan sabar mengajariku. Program automasi untuk meng-update setiap perubahan di unit maupun ho sudah dapat digunakan.

Awalnya, aku terkejut ketika tugas ini diberikan padaku karena aku sama sekali buta dengan apa yang sedang dibicarakan pada saat meeting. Dalam hati aku berpikir, pasti aku bisa menyelesaikannya apalagi ada senior yang sudah pengalaman.
Aku diberi waktu 1 hari untuk menyelesaikannya, semoga saja aku berhasil dalam satu hari itu jawabku dalam hati.

Hari pertama, aku hanya berhasil membuat program sederhana.
Hari kedua, aku sudah menyelesaikan program yang diminta namun hanya bisa dijalankan di server sedangkan senior menginginkan program tersebut dijalankan dari local si user. Aku sudah tanya om gugle tetap aja belum berhasil sampai aku pulang dari kantor.
Hari ketiga, aku kembali bertanya pada senior dan aku memperoleh pencerahan. Setelah aku searching2 di internet dan aku praktekan langsung, akhirnya aku berhasil membuat program tsb bisa dijalankan dari komputer user tanpa remote ke server.

Untuk satu hasil yang maksimal ternyata dibutuhkan banyak kesabaran dan ketekunan serta yang paling utama kemauan.
Kalau saja di hari pertama dan kedua aku mengeluh dan tidak mau mencoba dan mencoba lagi, sudah dapat dipastikan hasil hari ini tidak akan aku peroleh.

Aku sungguh bersyukur kedapa Tuhan, karena aku dapat pelajaran baru lagi hari ini yakni ” dengan ketekunan maka kita akan memperoleh hasil sesuai dengan yang kita harapkan”.

Semoga berguna bagi para pembaca, selamat menjalankan ketekunan 🙂

May God bless and keep you

Jangan bersungut-sungut

Hari ini, aku memperoleh tugas baru dari atasan. Aku akhirnya diskusi sebentar dengan rekan kerja, intinya aku nanti akan membuat report sesuai dengan kebutuhan user. Kemudian, aku harus melapor kepada rekan yg lain mengenai progress belajar mandiri yg aku lakukan kemarin hampir seharian full jam kerja.

Pada saat diskusi, datang seorang bapak yang minta hasil kerjaku yang dia harapkan selesai kemarin, sementara aku harus berjuang untuk mengetahui bagaimana cara membuat program yang diminta, karena semua itu hal baru buatku.

Satu kerjaan belum selesai, sudah disuguhkan kerjaan baru, dan sudah di rencanakan kerjaan yang akan dilakukan selanjutnya. Aku bertanya dlm hati, apakah hidup harus seperti ini?

Tiba-tiba aku ingat dengan seorang teman kampus yang pernah mengatakan, berbahagialah jika kamu masih diberikan tugas/kerjaan karena kamu akan merasa sedih jika itu tidak terjadi selama kamu berada di perusahaan tempat kamu bekerja. Kata-kata yang sangat sederhana namun pengertiannya sangat bijaksana.
Kalau kita diberikan tugas oleh atasan, itu tandanya kita masih diberi kepercayaan sedangkan jika kita tidak diberikan tugas apapun itu artinya kita dianggap tidak ada di dlm bagian perusahaan tsb.

Mengingat kata-kata temanku tadi, aku memulai pekerjaanku satu per satu. Ketika aku menemukan kesulitan maka dengan tekun aku mencoba mencari solusinya dengan cara gugling atau bertanya dengan senior programmer.

Akhirnya, aku bisa melalui tahap pertama pekerjaanku dan hasilnya tidak seperti yang aku khawatirkan sebelumnya. Aku yakin sekarang, ketika kita dihadapkan dengan banyak tanggung jawab atau pun masalah maka langkah awal yg kita lakukan adalah menenangkan diri terlebih dahulu. Kemudian bersyukur karena dipercayakan mengalaminya dan kerjakan sedikit demi sedikit tanpa bersungut-sungut.

Satu pelajaran baru hari ini yang aku peroleh “In times of difficult don’t ever say; God, I have a big problem, but instead, ‘Hey problem, I have a big God’ and everythings will be alright”.

Pupus

Aku dan roby masuk ke mobil dan duduk di bangku depan…
Kami mulai asyik ngobrol dan tiba2 roby bertanya

“menurutmu siapa diantara mereka yang cocok?”. Aku

terdiam sejenak dan mencoba menutupi kekagetanku.
Hmm..aku pikir mereka berdua sama-sama orang baik.

yagh, kalau Dona gmn? Roby bertanya lagi padaku.
“Dona juga orangnya baik dan aku rasa dia pantes
untukmu” jawabku.

Hatiku mulai gelisah, ternyata selama ini roby tidak
memiliki perasaan apapun terhadapku.
Roby hanya menganggapku sahabatnya tidak lebih dari itu.

Aku berpikir, mungkin ini lah jawaban dari semua
pertanyaanku selama ini. Aku memiliki rasa simpati dan
sekaligus suka pada Roby tapi ternyata dia menyukai
orang lain. Aku selalu bertanya apakah roby memiliki
rasa yang sama seperti yang kurasakan? jawabannya adalah
tidak.

Aku sangat sedih, aku baru merasakan hal ini terjadi
pada diriku sendiri.Wajahku tersenyum tapi hatiku
menangis, ingin rasanya aku berteriak dan mengatakan
kalau aku suka ama roby.

Aku hanya terdiam dan mencoba menerima
kenyataan pahit ini. Aku tidak sanggup mengatakan
sepatah kata pun padanya.

kring…kring…
alarmku berbunyi,Aku buka mataku perlahan-lahan dan aku melihat jam menunjukkan pukul 06.45.
Untung ini semua hanya mimpi..

Janji batal, ketemu hati nurani

Sudah lama aku punya niat nulis lagi di blog, dan akhirnya hari ini terwujud.

Tadi pgi aku sengaja bangun sedikit telat dari biasanya, aq sengaja juga gak masak buat sarapan dan makan siang dikantor, karena aku punya janji dengan teman kantor yg lama si ibu samuel mau makan siang bareng.seperti biasa jga aku tiba di kantor 30 menit sebelum jam 8.

Aku mulai dengan login ym, kemudian mail dan salah satu website renungan favoritku. Ibu amel ym aku kira2 jam 10 pagi,
dan minta maaf karna hari ini gak bisa makan bareng.Ya sudah deh, kan masih ada hari laen.

Akhirnya aku makan siang dengan teman di lingkungan kerjaku saat ini. kami berempat berjalan menuju rumah makan padang. Saat makan, salah satu teman mulai berbicara dan mengutarakan kekesalannya atas sikap teman yang laen. Aku hanya diam mendengarkan dan sekali2 tersenyum saat memandang wajahnya. Teman yg lain sebut saja  Pak Yosef, beliau cerita pengalamannya bekerja di perusahaan.

Pak yosef pernah melawan atasannya karena menolak menyelesaikan pekerjaan yg diberikan. Alasan pak yosef karena program yg dikerjakan olehnya bertolak belakang dengan hati nuraninya. Aku penasaran, apa yg membuat pak yoyo menolak. Sebagai seorang programmer IT, yg aku
ketahui pekerjaannya hanya membuat program berupa software dan nantinya akan digunakan untuk meng-otomasi suatu pekerjaan.

Dari cerita pak yosef, akhirnya aku mengetahui bahwa beliau di suruh membuat suatu program dan didalam program tersebut ada unsur pengurangan nilai dari nilai sebenarnya.

Aku memperoleh satu pelajaran berharga siang ini. Aku tidak
fokus pada pengurangan nilai seperti cerita sebelumnya,
melainkan ke kata “hati nurani”.Dijaman sekarang ini,ternyata
masih ada sosok seperti pak yosef  yang mendengarkan hati nurani dari pada perintah atasan. Beliau memiliki prinsip “bekerja lah sesuai dengan hati nurani”.

Kenapa harus dengan hati nurani, karena aku percaya Tuhan berbicara pada kita melalui hati nurani. Oleh karena itu ketika kita akan melakukan atau merencanakan kejahatan maka hati nurani akan selalu berontak, karena Tuhan tidak menginginkan satu orangpun jatuh kedalam dosa.

Seberapa sering kita peka dan mendengarkan hati nurani kita
disaat akan melakukan suatu pekerjaan atau mengambil
keputusan?

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.

God bless

Personality Test by A-Mild(http://www.pilihangue.com)

1.Loe Berusaha Menyeimbangkan Ilmu Akademis dan Praktikal

Loe termasuk orang yang ngga pernah ekstrim dalam menilai suatu hal, termasuk di dalamnya saat menentukan langkah mencapai kesuksesan dalam meniti karir di pekerjaan. Karena itu, loe merasa bahwa pendidikan formal sebagai sarana mendapatkan gelar memang penting, namun ada juga penunjang lain seperti penguasaan keterampilan tertentu, dan pengalaman langsung yang juga ngga kalah pentingnya. Bahkan menurut loe keduanya ngga bisa dipisahkan dan saling melengkapi. Loe ngga pernah mendewakan salah satunya dan berusaha seimbang menjalankan keduanya selagi punya kesempatan.

Dengan pandangan yang loe miliki ini loe jadi terbuka dengan banyak hal. Segala kesempatan yang menurut loe positif akan loe coba, tokh ngga ada salahnya juga melakukan suatu hal yang bermanfaat sepanjang loe memang mampu. Wah, acungan jempol deh buat loe! Artinya loe udah menyadari betul pentingnya ilmu sebagai landasan berpikir disertai dengan praktek langsung di dunia nyata merupakan kombinasi yang saling melengkapi satu sama lain dalam meraih kesuksesan di dunia kerja. Loe pun mau menerima berbagai masukan demi pengembangan diri dan ngga cepat memandang suatu hal dengan buruk dulu sebelum benar-benar terjun langsung ke dalamnya.

2.Situasi Terang atau Gelap Ngga Banyak Mempengaruhi Mood Loe

Ternyata naik turunnya mood loe ngga banyak dipengaruhi sama suasana terang dan gelap tuh! Suasana hati loe punya kompromi yang cukup besar untuk bisa merasakan nyaman dan rileks di berbagai kesempatan. Makanya, mau di pagi hari atau malam, di tempat yang terang atau temaram, loe pun bisa melakukan bermacam aktivitas, baik yang sifatnya rutin atau yang jarang loe lakukan sebelumnya.

Asik juga nih punya mood yang fleksibel kayak loe gini. Jadi, loe ngga terpatok hanya bisa punya mood bagus di waktu tertentu aja. Tapi di suasana apapun, loe bisa mangatur suasana hati loe biar tetap bersemangat. Mood loe nampaknya lebih dipengaruhi faktor lain yang bukan karena situasi terang atau gelap. Tapi lebih dikarenakan situasi lingkungan atau keadaan sekitarnya, apakah bisa menerima kehadiran diri loe dengan terbuka atau ngga.

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Tetap Bertahan

=================================================================
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia…
Tuhan tahu berapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu dengan begitu saja…
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelpon…
Tuhan selalu berada di sampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…
Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa pusing atau tertekan…
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…
TUHAN TAHU…..
============================================================