Hari ini, aku memperoleh tugas baru dari atasan. Aku akhirnya diskusi sebentar dengan rekan kerja, intinya aku nanti akan membuat report sesuai dengan kebutuhan user. Kemudian, aku harus melapor kepada rekan yg lain mengenai progress belajar mandiri yg aku lakukan kemarin hampir seharian full jam kerja.

Pada saat diskusi, datang seorang bapak yang minta hasil kerjaku yang dia harapkan selesai kemarin, sementara aku harus berjuang untuk mengetahui bagaimana cara membuat program yang diminta, karena semua itu hal baru buatku.

Satu kerjaan belum selesai, sudah disuguhkan kerjaan baru, dan sudah di rencanakan kerjaan yang akan dilakukan selanjutnya. Aku bertanya dlm hati, apakah hidup harus seperti ini?

Tiba-tiba aku ingat dengan seorang teman kampus yang pernah mengatakan, berbahagialah jika kamu masih diberikan tugas/kerjaan karena kamu akan merasa sedih jika itu tidak terjadi selama kamu berada di perusahaan tempat kamu bekerja. Kata-kata yang sangat sederhana namun pengertiannya sangat bijaksana.
Kalau kita diberikan tugas oleh atasan, itu tandanya kita masih diberi kepercayaan sedangkan jika kita tidak diberikan tugas apapun itu artinya kita dianggap tidak ada di dlm bagian perusahaan tsb.

Mengingat kata-kata temanku tadi, aku memulai pekerjaanku satu per satu. Ketika aku menemukan kesulitan maka dengan tekun aku mencoba mencari solusinya dengan cara gugling atau bertanya dengan senior programmer.

Akhirnya, aku bisa melalui tahap pertama pekerjaanku dan hasilnya tidak seperti yang aku khawatirkan sebelumnya. Aku yakin sekarang, ketika kita dihadapkan dengan banyak tanggung jawab atau pun masalah maka langkah awal yg kita lakukan adalah menenangkan diri terlebih dahulu. Kemudian bersyukur karena dipercayakan mengalaminya dan kerjakan sedikit demi sedikit tanpa bersungut-sungut.

Satu pelajaran baru hari ini yang aku peroleh “In times of difficult don’t ever say; God, I have a big problem, but instead, ‘Hey problem, I have a big God’ and everythings will be alright”.