Aku dan roby masuk ke mobil dan duduk di bangku depan…
Kami mulai asyik ngobrol dan tiba2 roby bertanya
“menurutmu siapa diantara mereka yang cocok?”. Aku
terdiam sejenak dan mencoba menutupi kekagetanku.
Hmm..aku pikir mereka berdua sama-sama orang baik.
yagh, kalau Dona gmn? Roby bertanya lagi padaku.
“Dona juga orangnya baik dan aku rasa dia pantes
untukmu” jawabku.
Hatiku mulai gelisah, ternyata selama ini roby tidak
memiliki perasaan apapun terhadapku.
Roby hanya menganggapku sahabatnya tidak lebih dari itu.
Aku berpikir, mungkin ini lah jawaban dari semua
pertanyaanku selama ini. Aku memiliki rasa simpati dan
sekaligus suka pada Roby tapi ternyata dia menyukai
orang lain. Aku selalu bertanya apakah roby memiliki
rasa yang sama seperti yang kurasakan? jawabannya adalah
tidak.
Aku sangat sedih, aku baru merasakan hal ini terjadi
pada diriku sendiri.Wajahku tersenyum tapi hatiku
menangis, ingin rasanya aku berteriak dan mengatakan
kalau aku suka ama roby.
Aku hanya terdiam dan mencoba menerima
kenyataan pahit ini. Aku tidak sanggup mengatakan
sepatah kata pun padanya.
kring…kring…
alarmku berbunyi,Aku buka mataku perlahan-lahan dan aku melihat jam menunjukkan pukul 06.45.
Untung ini semua hanya mimpi..